Selasa, 21 Juni 2016

laporan ppl SMP 17 Tikep



LAPORAN INDIVIDUAL PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
DI SMP NEGERI 17 KOTA TIDORE KEPULAUAN
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016



Diajukan untuk melengkapi salah satu persyaratan penyelesaian PPL


Oleh :

Fazrin Naser
Npm: 032 912 034
Program Studi Pendidikan Kimia









UNIT PELAKSANA TEKNIS PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
UNIVERSITAS KHAIRUN
TERNATE
2016



IDENTITAS PRAKTIKAN

Nama         Lengkap                      :  Fazrin Naser
Npm                                              : 032 912 034
Program/Jenjang                            :  MIPA / S1
Jurusan                                          :  Pendidikan Kimia
Fakultas                                         :  Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Tempat & Tanggal Lahir               :  Tidore, 23 April 1995
Agama                                           : Islam
Alamat                                          :  Kel. Ome
Status perkawinan                         : Belum kawin
Pekerjaan                                       : Mahasiswa
Pelaksanaan PPL
A. Sekolah                                    : SMP Negri 17 Tidore Kepulauan
B. Guru Pamong                           : Malka Hatala, S.Pd
C. Dosen Pembimbing                  : Dr. Zulkifli Zam Zam, M. Sc
D. Kepala sekolah                        : Usman Idris, S. Pd
Kegemaran/hobby
A. Olahraga
B. Membaca
Maitara, 27-04-2016

Koordinator Lapangan                                                    Mahasiswa PPL
Fazrin Naser                                                                     Fazrin Naser
NPM : 032 912 034                                                          NPM : 032 912 034

                                                 Mengetahui
                                           Dosen Pembimbing

                            
 Dr. Zulkifli Zam Zam, M. Sc                                                       
 Nip.197908122005011002
     

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkaan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidaya-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan praktek pengalaman lapangan (PLL)  ini sebagai bagian dari persyaratan akademik guna untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (S1) Program Studi Pendidikan kimia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Khairun. 
Penulis menyadari akan kemampuan dan kekurangan sebagai hamba ciptaan ALLAH SWT. Dengan demikian sangat mungkin jika terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam penulisan ini.Oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran kontruktif sangat penulis harapkan dari segenap hati dan pikiran pembaca demi kesempurnaannya.
Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1.      Usman Idris,S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL).
2.      Muchdar Yunus,S.Pd, selaku Wakasek Kurikulum di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan.
3.      Malka Hatala,S.Pd, sebagai guru pamong yang telah banyak memberikan bimbingan, petunjuk dan pemikiran kepada penulis sehingga pada proses penyelesaian laporan ini.
4.      Teristimewah Bapak Dr. Zulkifli Zam Zam,M.Sc selaku dosen pembimbing yang tak henti-hentinya membantu penulis sampai selesai penulisan laporan ini.
5.      Staf Dewan Guru dan Tata Usaha yang tidak sempat disebutkan satu-persatu.
6.      Siswa-Siswi SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan
7.      Teman-temanku lapilii, lastri, yurni, wulan, mega, aswati, rasina, jaina, ayu, dan sina. Semoga amal bakti dan kebaikan mereka diterima oleh ALLAH SWT, Amin demikianlah harapan penulis, muda-mudahan laporan ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
                                                                                          Ternate, 27 April 2016
                                                                                                                  Penulis

                                                                                                      Fazrin Naser               
DAFTAR ISI

KATA PENGANTR.......................................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.    Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan RP terakhir...................................
B.     Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan terakhir)..................................................
C.     Bimbingan belajar/Ekstra kurikuler........................................................................................
D.    Partisipasi dalam kehidupan sekolah.....................................................................................
E.     Proses bimbingan...................................................................................................................
F.      Dengan guru pamong PPL ( berkaitan dengan diskripsi tugas).............................................
G.    Dengan Dosen pembimbing...................................................................................................
BAB II FAKTOR PENYABAB DARI MASALAH YANG DI ALAMI
A.    Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan RP terakhir...................................
B.     Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan terakhir)..................................................
C.     Bimbingan belajar/Ekstra kurikuler........................................................................................
D.    Partisipasi dalam kehidupan sekolah.....................................................................................
E.     Proses bimbingan...................................................................................................................
BAB III UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH
A.    Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan RP terakhir...................................
B.     Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan terakhir)..................................................
C.     Bimbingan belajar/Ekstra kurikule
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................................................................
B.     Saran......................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN




                 

BAB I
MASALAH-MASALAH YANG DI ALAMI SELAMA PELAKSANAAN PPL
A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) 1 Sampai Dengan RPP Terakhir.
Praktek pengalaman lapangan  ( PPL II )  merupakan salah satu program pendidikan yang harus di tempuh setiap  mahasiswa kependidikan perguruan tinggi. Universitas khairun ternate sebagai  salah satu lembaga pendididkan negeri yang menghasilkan calon tenaga pendidik,memiliki tugas penting yaitu menyiapkan tenaga pendidik yang professional dalam dunia pendidikan .salah satu bentuk upaya yang di lakukan dalam rangka mencetaktenaga pendidik yang profesional adalah dengan di selenggarakannyaprogram praktek pengenalan lapangan ( PPL )
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
.
RPP IPA TERPADU(Biologi,Fisika,Kimia) SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau (KTSP). Pada proses persiapan paraktikan  di minta  untuk membuat perangkat pembelajaran salah satunya adalah RPP. dalam penyusunan RPP masih mendapat sedikit kesulitan yaitu cara pembuatan RPP. di dalam penysunan  rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) penyusun meminta petunjuk dan arahan dari guru pamong dan pihak kurikulum serta kepalah sekolah untuk dapat memberikan cara-cara penyusunan  RPP yang akan disiapkan oleh praktikan sebelum proses pembelajaran dikelas dilaksanakan.
Praktikan mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan satu kali perbaikan yaitu pertama dikonsultasikan dengan guru pamong (Malka Hatala,S.Pd) praktikan mengalami sedikit kekeliruan tentang pola penyusunan kegiatan inti pada proses belajar mengajar, yang kemudian disarankan untuk di perbaiki oleh guru pamong dalam penyusunan RPP.Jadi, persiapan praktikan dalam penyusunan hanya pada RPP pertama yang masih terdapat sedikit kekeliruan. Selanjutnya RPP yang di buat alhamdulillah tidak ada masalah, semua berkat keseriusan dan kerja keras praktikan dan guru pamong terus membantu memberikan perbaikan-perbaikan penyusunan RPP sampai praktikan mengerti atau memahami dengan baik.
Selain itu, dalam pelaksanaannya secara kontekstual kondisi kemampuan siswa yang bervariasi menjadi kendala dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran dalam ketentuan bahan ajar yang akan disampaikan. Oleh karena itu, masalah yang sering praktikan hadapi terletak pada aspek bagaimana mengitegrasikan kemampuan siswa dengan pendekatan,strategi,metode dan model serta langkah-langkah pembelajaran yang akan dimuat dalam RPP sebagai acuan proses pembelajaran didalam kelas.
B.     Proses Penampilan(Penampilan 1 sampai dengan penampilan terakhir)
Proses penampilan merupakan sesuatu yang baru bagi saya selaku praktikan, dalam berinteraksi secara langsung dengan siswa khususnya siswa SMP Negeri 17 Kota Tidore kepulauan. Dalam penampilan pertama dengan suasana, kondisi dan lingkungan yang baru, sehingga merasa kurang percaya diri dalam berinteraksi dengan siswa. Namun pertemuan kedua praktikan mulai menyesuaikan diri dan pertemuan selanjutnya saya dengan percaya diri, sehingga praktikan dapat melaksanakan proses praktek dengan baik.
         Selama mengikuti Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan   penampilan dalam belajar mengajar yang telah dilakukan pertemuan diawali dengan perkenalan untuk mengenal identitas antara praktikan dengan siswa, dalam prosesnya praktikan melakukan adaptasi dengan sejumlah pihak dan yang terpenting adalah kondisi belajar siswa baik didalam kelas maupun dilingkungan sekolah. Awalnya praktikan melakukannya dengan meminta penjelasan dari guru pamong berdasarkan pengalaman yang dialaminya ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik dan pengajar. Selama mengikuti PPL proses penampilan dalam belajar mengajar di dalam  kelas yang dimaksud adalah kelas VIIIA/II, VIIIB/II.
Berdasarkan pengalaman yang dialami praktikan selama melaksanakan PPL di SMP Negri 17  Kota Tidore Kepulauan, masalah penampilan yang dihadapi selama proses pelaksanaan belajar mengajar yang sering terjadi adalah kurangnya perhatian sebagian kecil siswa baik dalam menyerap materi, menyerap pertanyaan maupun menyelesaikan tugas-tugas atau contoh soal latihan yang diberikan di dalam kelas.akan tetapi penampilan belajar di kelas dengan sejumlah ilmu pengetahuan yang praktikan miliki di kampus   dan dasar pengalaman sewaktu pembekalan dari proses bimbingan di unkhair dan juga berkat petunjuk dari guru pamong, sehingga praktikan dengan senang hati merasa puas walaupun praktek pengalamannya masih jauh dari target yang di harapkan.
Pada proses penampilan mengajar di kelas, praktikan di evaluasi dan mendapat saran dari guru pamong yaitu:Pada penampilan pertama guru pamong mengevaluasi dari segi:Pembukaan, Sikap, Penguasaan Materi, Proses Pembelajaran, Distribusi Jam Pembelajaran, Penutup. Pada penampilan pertama mengajar guru pamong memberikan saran kepada praktikan mengenai disrtibuasi waktu (jam pelajaran) dan proses pembelajaran  materi yang di sampaikan harus di sesuaikan dengan jam pelajaran dan dalam proses pembelajaran harus di sesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, strategi dan metode yang di gunakan harus berfariasi di sesuaikan dengan kondisi yang di alami, dan harus memberikan motifasi kepada siswa pada akhir dan awal pembelajaran serta lebih di tekankan lagi pada penguasaan konsep pada materi yang di ajarkan.
C.    Bimbingan Belajar/Ekstra Kurikuler
Bimbingan belajar atau kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu proses kegiatan belajar yang dilakukan diluar kelas. Dalam kegiatan ini tidak terlalu nampak, karena mengingat jam pelajaran atau waktu mengajar yang begitu padat.

SMP Negri 17 Kota Tidore Kepulauan Pada prinsipnya guru pamong melakukan Program rutin seperti mengarahka siswa (guru piket), masiswa PPL juga di libatkan dari pihak sekolah untuk mengadakan pembagian tugas sebagai guru jaga (piket), Kegiatan bimbingan belajar yang dilakukan oleh praktikan selama mengikuti PPL di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan berupa, membantu siswa dan guru-guru membersihkan ruangan guru atau lingkungan sekolah dan kelas  sebagai kelas praktikan mengajar.


D.    Partisipasi Dalam Kehidupan Sekolah
Partisipasi praktikan dalam kehidupan sekolah merupakan komitmen yang wajib diperhatikan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan baik dari pihak UPT maupun dari penulis sebagai mahasiswa PPL, maka selama pelaksanaan PPL praktikan turut berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan berupa Kerja bakti, upacara bendera belum bisa dilaksanakan setiap hari senin karena belum selesainya penimbunan lapangan.
Pada umumnya penulis merasa puas terhadap pihak sekolah yang begitu baik dan sangat memperhatikan keberadaan mahasiswa PPL dan itu merupakan motivasi yang kuat kepada penulis sehingga bisa melakukan yang terbaik untuk sekolah maupun untuk siswa siswi SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan.
Partisipasi di dalam kehidupan sekolah bersama kepala sekolah beserta staf dewan guru tidak ada masalah yang mengecewakan maupun merugikan, praktikan turut berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan berupa kerja bakti untuk membersiapkan ulangan tengah semester (UTS), dan menjadi pengawas ujian yang dilaksanakan pada tanggal 11-18 April 2016.
E.     Proses Bimbingan
Mahasiswa PPL pada umumnya dan praktikan pada khususnya sebelum melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) sudah mendapat bimbingan baik dari pihak UPT  maupun dari pihak sekolah bimbingan tersebut adalah:
·         Pihak UPT
Dari pihak UPT, selaku dosen unkhair telah memberikan sejumlah bekal, untuk membekali praktikan dengan berbagai ilmu pengetahuan khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, dari pihak panitia selaku koordinator umum telah menyediakan buku panduan yang memuat tentang langkah-langkah kegiatan PPL dan sistem penelitian yang menjadi panduan untuk praktikan.


·         Pihak Sekolah
Sebelum praktikan melaksanakan praktek mengajar terlebih dahulu dari pihak sekolah yang dihadiri Bapak Kepala Sekolah SMP Negri 17 Kota Tidore Kepulauan dan Wakasek Kurikulum beserta dewan guru mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa PPL sekaligus memperkenalkan struktur sekolah, kurikulum administrasi sekolah, kesiswaan, perpustakaan, laboraturium, dan fasilitas sekolah serta pembagian guru pamong sehingga praktikan merasa lebih muda dalam melakukan peraktek pengalaman lapangan dan dari pihak sekolah memberikan buku pegangan yang di ambil dari perpustakaan untuk mempermudah dalam proses pembelajaran.

F.     Dengan Guru Pamong PPL (Berkaitan Dengan Diskripsi Tugasnya)
Selama proses bimbingan yang diberikan oleh guru pamong, praktikan tidak merasa kesulitan. Hal-hal yang dibicarakan dengan guru pamong adalah tentang strategi, model dan pendekatan dalam menghadapi siswa dengan segala kondisi psikologisnya sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik tanpa mengalami kendala-kendala.  Untuk itu guru pamong  manyampaikan bagaimana cara mengelolah kelas, menyampaikan bahan pelajaran, Kondisi siswa dalam setiap proses belajar mengajar, penyusunan perangkat pengajaran.
Kemampuan guru pamong (Malka Hatala,S.Pd)  selaku guru pamong praktikan telah banyak memberikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi tugas-tugas praktikan selama mengikuti proses praktek pengalaman lapangan (PPL) di SMP NEGERI 417 Kota Tidore Kepulauan. Melalui apresiasi dan dorongan lewat sejumlah deskripsinya tentang kondisi siswa dimana praktikan mengajar telah banyak memberikan kemudahan dalam pengelolaan kelas ketika praktikan menghadapi siswa disaat jam mengajar. Pada prinsipnya sifat komunikatif guru pamong bagi praktikan menjadi penting dan sangat berharga bagi praktikan. Oleh karena itu dalam aspek ini tidak terdapat sejumlah masalah yang signifikansi bagi praktikan.Proses bimbingan menyangkut tugas-tugas akademis, diantaranya:Guru pamong membantu praktikan dalam pembuatan program tahunan, program semester, distribusi alokasi waktu, pemetaan, penentuan nilai KKM, silabus, dan RPP. Selain itu kami mahasiswa PPL di Pandu oleh Kepala Sekolah (Usman Idris,S.Pd) dan wakasek kurikulum (Muchdar Yunus,S.Pd) SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan dalam pembuatan kalender Pendidikan ,program tahunan, program semester, beserta minggu Efektif dan tidak efektif. Dan praktikan memberikan kepada Guru pamong IPA TERPADU, Malka Hatala, S.Pd untuk mengoreksi. Apabila semuanya sudah di koreksi. lalu di tandatangi oleh Guru pamong untuk di berikan kepada kepala sekolah untuk meminta tanda tangan dan di berikan d cap untuk tanda bukti bahwa praktikan sudah memahami apa yang di sampaikan oleh pihak wakasek kurikulum.
G.    Dengan Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing merupakan pembimbing yang ditunjuk oleh panitia PPL Universitas Khairun untuk membimbing dan mengarahkan praktikan selama dilokasi praktek. Dalam pelaksanaannya dosen pembimbing banyak memberikan bimbingan  yang berkaitan dengan hal-hal yang harus dilakukan prktikan dan tidak boleh dilakukan praktikan selama berada di lokasi Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di  SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan. Di antaranya.
Ø  Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik
Ø  Disiplin waktu kepada semua pihak di sekolah.
Ø  Cara berpakaian yang sopan
Ø  Berinterkasi antara siswa
Telah praktikan katakan sebelumnya bahwa pada prinsipnya sifat komunikatif seseorang menjadi penting dan sangat berharga dalam melaksanakan tugas-tugas lembaga/organisasi. Dosen pembimbing adalah pembimbing yang di tunjuk oleh panitia PPL. Dosen pembimbing banyak memberikan konstribusi dan bimbingan yang berkaitan dengan memperkenalkan praktikan kepada pihak sekolah dan menjelaskan bagaimana cara mengajar dengan baik.
Oleh karena itu, praktikan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing karena telah banyak memberikan bantuan pemikiran dan arahan yang sangat baik kepada praktikan selama melakukan bimbingan.

BAB II
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI

A.  Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 sampai dengan RP  terakhir
Dalam pelaksanaan PPL yang dilaksanakan oleh Universitas Khairun pada Fakultas                  Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ini sangat penting bagi mahasiswa yang berada di semester akhir, karena para mahasiswa ini adalah calon guru yang akan datang sehingga mereka harus diberikan sebuah bekal guna tidak lagi ragu ketika menyelesaikan studi dan berada di dunia pendidikan. Faktor-faktor yang menyebab berbagai masalah yang dihadapai oleh mahasiswa PPL sangat banyak baik teknik pelaksanaan maupun pelaksanaan PPL. Sebagaimana yang dituangkan dalam BAB I perlu jika dijalankan oleh mahasiswa PPL itu sendiri.
Adapun hal-hal yang di perhatikan untuk bagaimana mengintegrasikan kemampuan siswa dengan strategi langkah-langkah pembelajaran yang akan dimuat dalam RPP sebagai acuan proses pembelajaran didalam kelas adalah merupakan masalah yang dihadapi praktikan. Persoalan ini disebabkan 2 faktor sebagai berikut: a) Bervariasinya tingkat  kemampuan siswa dalam kelas. b) Tuntutan kurikulum terhadap ketuntasan bahan ajar yang akan disampaikan pada saat waktu tertentu dengan kecakapan pemahaman siswa.
Jadi masalah yang sangat sulit selama pelaksanaan tugas PPL ini adalah penyusunan perangkat pengajaran (RPP), tapi dengan bimbingan oleh wakasek kurikulum dan guru pamong  semua dapat penulis selesaikan dengan baik sesuai harapan guru pamong itu sendiri. Masalah lain yang dihadapi penulis seperti penampilan di depan kelas pada pertemuan pertama masih ada kekurangan-kekurangan, tapi dengan koreksi dan bimbingan guru pamong maka penampilan selanjutnya pada evaluasi sudah baik. Bukan itu saja, akan tetapi masih banyak lagi masalah yang dihadapi. Namun semua itu dapat diatasi berkat guru pamong dan bantuan dari dosen pembimbing serta teman-teman sehingga selama pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) berjalan sesuai dengan harapan.



B.   Proses Penampilan (Penampilan Pertama Sampai Dengan Penampilan Terakhir).
Proses penampilan merupakan suatu kegiatan yang di tuntut oleh praktikan, hal ini bagaimana praktikan mengaplikasikan ilmu keguruan yang di peroleh dari bangku perkuliahan, ada beberapa masalah yang di hadapi praktikan dalam proses penampilan:
1.      Seperti kurangnya perhatian sebagian kecil siswa baik dalam menyerap materi, menjawab pertanyaan maupun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan adalah disebabkan karena kurangnya minat siswa terhadap pelajaran IPA TERPADU dengan kecenderungan pada pelajaran tertentu.
2.      Suasana atau kondisi yang dimaksud adalah lokasi PPL yang baru pertama kali praktikan berhadapan langsung dengan siswa sehingga praktikan merasa gugup, sehingga praktikan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Akan tetapi setelah adaptasi di kelas praktikan tidak merasa gugup lagi malah menyenangkan dan asik bersama siswa saat belajar.
3.      Perangkat pembelajaran yang di maksud adalah rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan acuan dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Namun apa yang di rencanakan kadang-kadang tidak optimal, karena kondisi kelas tidak menentu, sehingga untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar di perlukan strategi dan metode yang tepat yang di sesuaikan dengan kondisi.

C.    Bimbingan Belajar/Ekstrakurikuler                      
Bimbingan belajar atau kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu proses kegiatan belajar yang dilakukan diluar kelas.
Dalam kegiatan ini selama praktikan melakukan proses praktek pengalaman lapangan(PPL) kurang lebih 3 bulan praktikan belum mampu dalam memberikan bimbingan belajar/ekstrakurikuler hal ini karena selama praktikan berada di lingkup SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan  jam belajaran atau waktu mengajar yang begitu padat. 



D.    Partisipasai Dalam Kehidupan Sekolah
Partisipasai dalam Kehidupan Sekolah di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan terdapat beberapa hal yang praktikan alami dalam berpartisipasi diantaranya membersihkan lingkungan untuk melaksanakan kegiatan Ekstra di lingkungan sekolah membantu pihak sekolah mempersiapkan siswa yang mengikuti LPI atau Liga Pelajar Indonesia.
Namun partisipasi penulis dalam kehidupan sekolah merupakan komitmen yang wajib diperhatikan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan baik dari pihak UPT maupun dari penulis sebagai mahasiswa PPL, maka selama pelaksanaan PPL praktikan turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang di lakukan pihak sekolah.
E.     Proses Bimbingan
Dalam proses bimbingan yang dilakukan oleh pihak UPT dan pihak sekolah tidak ada penyebab timbulnya suatu masalah.
F.      Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
guru pamong maupun dosen pembimbing dalam menjalankan tugasnya tidak ada masalah semuanya berjalan lancar sesuai dengan tugasnya masing masing. Oleh karena itu tidak ada penyebab timbulnya suatu masalah dalam hal ini berkaitan dengan diskripsi tugas.










BAB III
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH

A.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) 1 Sampai Dengan RPP Terakhir
1.      Bervariasinya tingkat kemampuan siswa dalam kelas
Bervariasinya tingkat kemampuan siswa dalam kelas, dengan tuntutan akan kompetensi yang dicapai siswa sering berbanding terbalik dengan harapan yang diinginkan oleh seorang guru terhadap siswa. Menghadapi permasalahan ini praktikan tetap optimis dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan upaya yang dilakukan adalah praktikan melakukan pendekatan, memberikan motivasai, dan menerapkan strategi, metode yang berfariasi sesuai dengan kondisi yang ada agar belajar lebih efektif dan giat dan pemberian tugas kepada semua siswa tanpa mengabaikan aspek perbedaan kemampuan yang di miliki oleh setiap siswa.
2.      Tuntutan kurikulum terhadap ketuntasan bahan ajar yang akan di sampaikan pada satu waktu tertentu dengan kecepatan pemahaman siswa
Setiap guru selalu menginginkan bahan ajar yang disampaikan memperoleh ketuntasan yang maksimal di dalam proses belajar mengajar, dalam artian bahwa kompetensi yang dimiliki siswa tercapai dengan baik yang sesuai dengan acuan yang direncanakan. Akan tetapi harapan sering berbenturan dengan kondisi, betapapun pentingnya harapan sebagai cita-cita akan tetapi kondisi tetap melakukan interferensi didalamnya. Dalam menghadapi kendala ini praktikan melakukan upaya dengan cara merangkum materi yang akan disampaikan dengan mengacuh pada aspek tujuan pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan kompetensi dasar dan pencapaian indikator yang tercantum dalam RPP.
B.     Proses Penampilan (Penampilan 1 Sampai Dengan Penampilan Terakhir) 
Penampilan mengajar tidak selayaknya mengikuti selera (asal kuasai konsep, tahu strategi, punya RPP) tetapi, itu semua akan berhadapan dengan  karakteristik siswa yang akan menjadi acuan seorang guru ketika menghadapi siswanya. Tidak tuntasnya bahan ajar yang disampaikan sebagaimana yang direncanakan praktikan dalam RPP, kurangnya perhatian sebagian kecil siswa dalam menyerap materi, menjawab pertanyaan maupun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan adalah merupakan masalah yang dihadapi praktikan. Dalam menghadapi masalah ini upaya yang dilakukan praktikan adalah melakukan pendekatan otoritas dan pendekatan pengajaran dan selain itu juga mengkomunikasikan dengan guru pamong dengan harapan untuk dapat di atasi selanjutnya. Disamping itu praktikan juga melakukan upaya dengan cara membuat rangkuman materi dengan mencari inti pokoknya dan kemudian disajikan pada pertemuan berikutnya.
Untuk menggulangi masalah-masalah mengenai penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) diantaranya silabus dan desain pengajaran bagi penulis. Ada beberapa hal yang perluh diperhatikan yaitu:
1.      Sebelum memulai penyusunan terlebih dahuluh penulis mendapat petunjuk menjangkut  cara-cara pembuatan RPP  dan desain pembelajaran dari guru pamong pada lokasi dimana penulis PPL.
2.      Selain mahasiswa PPL mendapat pembekalan-pembekalan diatas untuk melakukan penyusunan RPP, penulis perlu melakukan konsultasi terhadap guru pamong untuk mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan penyusunan.
3.       Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (silabus dan RPP ) punilis harus memiliki buku acuan (paket), untuk memudahkan penulis dalam menyusun RPP.
a.       Untuk menaggulangi masalah-masalah yang berkaitan dengan proses penampilan disekolah maupun dikelas antara lain:
1.      Membekali diri dengan ilmu pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.
2.      Merasa memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang dilaksanakan dengan baik terhadap sekolah maupun Universitas.
3.      Penulis harus disiplin, baik disiplin waktu, penanggulan maupun disiplin ilmu.
b.      Cara menanggulangi masalah-masalah yang berkaitan dengan bimbingan belajar atau ekstrakurikuler, partisipasi maupun proses bimbingan antara lain penulis harus:
1.      Praktikan harus memiliki rasa percaya diri. Jadi mahasiswa PPL (praktikum) dapat berinteraksi disekolah sebagai pengajar atau pendidik yang harus memiliki kepercayaan diri terhadap tugasnya.
2.      Praktikum harus bersifat transparan (terbuka), keberadaan praktikum disekolah bukan sebagai mahasiswa tetapi sebagai guru, seorang guru harus mampu menempatkan diri sebagai pelatih, pengajar, motivator, dan pendidik sesuai fungsi guru. Untuk itu segala sesuatu yang menyangkut dengan kegiatan pembelajaran seoran guru harus banyak melakukan konsultasi dengan kepala sekolah maupun sejawat disekolah tempat praktikum.
3.      Praktikum harus berjiwa lembut dan berwibawa. Lingkungan sekolah merupakan tempat dimana setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan. Pelajaran yang didalamnya terdiri atas sejumlah guru dan peserta didik. Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki sifat lembut terhadap anak didik, sehingga tercipta hubungan yang dinamis antara peserta didik dan guru.








BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil yang penulis alami dalam pelaksanaan PPL di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan maka dapat disimpulkan:
v  Kegiatan observasi merupakan tahap awal untuk mengenal linkungan sekolah beserta aktivitasnya maka dengan ini penulis menyimpulkan bahwa SMP 17 Kota Tidore Kepulauan merupakan sekolah  yang baik jika dilihat dari administrasi sekolahnya, pelaksanaan kurikulum yang baik, pengadaan kesejahteraan personal, pembinaan kesiswaan, dan lain sebagainya.
v  Praktek pengalaman lapangan (PPL) merupakan kegiatan intrakurikuler yang dirancang untuk melati para mahasiswa sebagai calon guru untuk menguasai kemampuan yang utuh dan integrasi, sehingga mampu mandiri mengembangkan diri secara professional.
v  Kompetensi guru dalam sistem instruksional yang berlaku pada kurikulum, yaitu guru harus melaksanakan pembelajaran tahap demi tahap sesuai dengan rencana pembelajan (RPP) yang telah disesuaikan dengan KTSP.
B.     Saran
 pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) berjalan sebagaimana yang diprogramkan maka penulis sarankan pada pengelola praktek pengalaman lapangan (PPL) baik dari kelompok pembina, kelompok pelaksana peserta kelompok pembimbing harus tepat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.Kepada dosen dan guru pamong agar lebih memperhatikan mahasiswa yang sedang melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL) dalam hal menyelesaikan masalah-masalah yang dialami baik dalam proses belajar mengajar.




                                            DAFTAR PUSTAKA

Kunandar. 2007. Guru professional.jakarta: Rajawali Pers
Mas’ud. 2010. Strategi dan Inovasi Belajar Mengajar. Ternate : LepKhair

Mulyasa. 2006. Kurikulum yang disempurnakan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Susilo. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jogjakarta : Pustaka Pelajar.
A. Hellen. 2005. Bimbingan dan konseling. Ciputat: Quantum Teaching.





















LAMPIRAN : Dokumentasi proses pembelajaran
 

 



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah                 : SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan
Mata Pelajaran    : IPA
Kelas / Semester  : IX/2
Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
Kompetensi Dasar     : 6.1 Mendeskripsi-kan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya
Alokasi waktu      : 6 x 40 menit

1.      Tujuan Pembelajaran
- Mengidentifikasi  getaran pada kehidupan sehari-hari
- Mengukur perioda dan frekuensi suatu getaran

·         Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Berani ( courage )
2.      Materi  Pembelajaran

a.      Mengidentifikasi  getaran pada kehidupan sehari-hari
b.      Mengukur perioda dan frekuensi suatu getaran 


3.      Strategi  Pembelajaran
Model                    :  Konvensional
Metode                  :  Penyampaian informasi, tanya jawab dan penugasan
Pendekatan           :  Konstektual


4.      Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
      a. Kegiatan Awal
Apersepsi :
    1. Peserta didik di arahkan untuk melihat ilustrasi yang di berikan guru dengan mengunakan penggaris plastik
Memotivasi :
1.      Peserta didik mengidentifikasi getaran dari ilustrasi yang di berikan






      b. Kegiatan Inti  
·         Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

ü  Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian getaran.
ü  Peserta didik dapat Menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.
ü  Peserta didik dapat Mengamati getaran.
ü  Peserta didik dapat Membedakan antara simpangan dan amplitudo.
ü  Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian periode suatu getaran.

·         Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:

·         Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian getaran.
·         Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.

·         Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
ü  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
ü  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Akhir
      Dalam kegiatan penutup, guru:

·         bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
·         melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
·         memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
·         merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

5.      Sumber Belajar

1.      Media/alat       : spidol, penghapus,  penggaris plastic dan papan tulis
2.      Sumber Belajar            :  Buku saince fisika, Bahan bacaan yang relevan




6. Penilaian
·         Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung

Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen soal
·       Mengidentifikasi  getaran pada kehidupan sehari-hari

·         Mengukur periode dan frekuensi suatu getaran 

Tes  tulis
Uraian
-          Sebutkan 5 contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari

-          Tulislah pengertian dari :
-          Periode
-          Frekuensi
-          Amplitudo

      1.Sebutkan 5 contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari !
          Pedoman penskoran :
Soal
Skor
Peserta didik menyebutkan 5 contoh getaran secara lengkap
2
Peserta didik menyebutkan 5 contoh getaran kurang lengkap
1
Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
0


2.Tulislah pengertian dari perode, frekuensi, amplitudo !
Pedoman penskoran :
Soal
Skor
Peserta didik menuliskan pengertian dari perode, frekuensi, amplitudo secara lengkap
2
Peserta didik menuliskan  pengertian dari perode, frekuensi, amplitudo kurang lengkap
1
Peserta didik tidak menulis apa-apa
0


Perhitungan nilai akhir
Nilai akhir :     Skor yang diperoleh       X   100  
                              Skor maksimaI


   maitara, 23 februari 2016






LAMPIRAN DAFTAR NILAI


DAFTAR NILAI
KELAS VIII. A/ II



NO


NAMA SISWA


NILAI

1
ALFARMIDAN RAMLI
80
2
ANNISYA MANSUR
80
3
FARADILA SAMAD
80
4
FEBRI ADE
90
5
HAMIM HAMISI
80
6
ILHAM SAMSUL
80
7
IMRAN ADAM
80
8
JAMILA ALI
80
9
MUNIRA ASWAD
80
10
MUNJILA M. NUR
80
11
MUTMAINA SYAHBUDIN
80
12
ROSDIANA A. RASID
80
13
SAID ADAM
80
14
SANDI M. USMAN
80
15
SINDI MARAJABESY
80
16
SITI HAISA ABUBAKAR
80
17
WAHYUDIN ISMAIL
90








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah                 : SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan
Mata Pelajaran    : IPA
Kelas / Semester  : IX/2
Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
Kompetensi Dasar    : 6.1 Mendeskripsi-kan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari
Alokasi waktu      : 4 x 40 menit

6.      Tujuan Pembelajaran

-          Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak pemantulan bunyi dalam  dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi

·         Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Berani ( courage )
7.      Materi  Pembelajaran

c.       Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak pemantulan bunyi dalam  dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi


8.      Strategi  Pembelajaran
Model                    :  Konvensional
Metode                  :  Penyampaian informasi, tanya jawab dan penugasan
Pendekatan           :  Konstektual


9.      Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
      a. Kegiatan Awal
Apersepsi :
    1. Peserta didik di arahkan untuk mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh guru tentang pemantulan bunyi dalam kehidupan  sehari-hari
Memotivasi :
2.      Peserta didik dapat mengetahui pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari

      b. Kegiatan Inti  
·         Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

ü  Peserta didik dapat Menjelaskan pemantulan bunyi.
ü  Peserta didik dapat Menyebutkan contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
ü  Peserta didik dapat mengetahui manfaat pemantulan bunyi

·         Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:

·         Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pemantulan bunyi.
·         Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari
.

·         Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
ü  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
ü  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Akhir
      Dalam kegiatan penutup, guru:
ü  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
ü  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
ü  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
ü  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

10.  Sumber Belajar

3.      Media/alat       : spidol, penghapus,  penggaris plastic dan papan tulis
4.      Sumber Belajar            :  Buku saince fisika, Bahan bacaan yang relevan

6. Penilaian
·         Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung

Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen soal
·        Membedakan infrasonik, ultrasonik dan audiosonik

Tes  tulis
Uraian
·         Jelaskan apa yang di maksud dengan  bunyi dan sebutkan syarat-syarat terdengarnya bunyi
·         Berdasarkan batas pendengaran manusia bunyi dapat di golongkan
menjadi . . . . jelaskan



1.      Jelaskan apa yang di maksud dengan  bunyi, dan sebutkan syarat-syarat terdengarnya bunyi !
          Pedoman penskoran :
Soal
Skor
Peserta didik menjawab  secara lengkap
2
Peserta didik menjawab kurang lengkap
1
Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
0

2. Berdasarkan batas pendengaran manusia bunyi dapat di golongkan
menjadi . . . . jelaskan !
Pedoman penskoran :
Soal
Skor
Peserta didik menjawab secara lengkap
2
Peserta didik  menjawab kurang lengkap
1
Peserta didik tidak menulis apa-apa
0

            Perhitungan nilai akhir
Nilai akhir :     Skor yang diperoleh       X   100  
                              Skor maksimaI












   maitara, 23 februari 2016






LAMPIRAN DAFTAR NILAI


DAFTAR NILAI
KELAS VIII. A/ II



NO


NAMA SISWA


NILAI

1
ALFARMIDAN RAMLI
-
2
ANNISYA MANSUR
80
3
FARADILA SAMAD
30
4
FEBRI ADE
100
5
HAMIM HAMISI
40
6
ILHAM SAMSUL
30
7
IMRAN ADAM
50
8
JAMILA ALI
30
9
MUNIRA ASWAD
50
10
MUNJILA M. NUR
30
11
MUTMAINA SYAHBUDIN
40
12
ROSDIANA A. RASID
30
13
SAID ADAM
-
14
SANDI M. USMAN
50
15
SINDI MARAJABESY
60
16
SITI HAISA ABUBAKAR
50
17
WAHYUDIN ISMAIL
90























PROGRAM TAHUNAN

Sekolah                        : SMP 17 TIDORE KEPULAUAN
Mata Pelajaran         : IPA Terpadu
Kelas / Semester     : VIII / II
Tahun pelajaran       : 2015 / 2016


Sem
Standar kompetensi
Kompotenssi dasar
Materi pokok
Alokasi
waktu
ket

II
6.1 Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika dalam produk teknologi sehari-hari

6.1     Mendeskripsi-kan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya
Getaran dan gelombang
4 jp
2 x 40 menit


6.2    Mendeskripsi-kan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari

Bunyi
4 jp



6.3     Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa
Cahaya
4 jp



6.4      Mendeskripsi-kan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Alat-alat optic
4 jp

JUMLAH SEMESTER  2
16 jp