LAPORAN
INDIVIDUAL PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
DI
SMP NEGERI 17
KOTA TIDORE KEPULAUAN
SEMESTER
GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016
Diajukan untuk
melengkapi salah satu persyaratan penyelesaian PPL
Oleh
:
Fazrin Naser
Npm:
032 912 034
Program
Studi Pendidikan Kimia
UNIT PELAKSANA TEKNIS PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN
UNIVERSITAS KHAIRUN
TERNATE
2016
IDENTITAS PRAKTIKAN
Nama Lengkap : Fazrin Naser
Npm :
032 912 034
Program/Jenjang : MIPA / S1
Jurusan : Pendidikan Kimia
Fakultas : Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Tempat & Tanggal Lahir :
Tidore, 23 April 1995
Agama : Islam
Alamat : Kel. Ome
Status perkawinan : Belum kawin
Pekerjaan : Mahasiswa
Pelaksanaan PPL
A. Sekolah : SMP Negri 17 Tidore Kepulauan
B. Guru Pamong : Malka Hatala, S.Pd
C.
Dosen Pembimbing : Dr. Zulkifli Zam Zam, M. Sc
D. Kepala sekolah : Usman
Idris, S. Pd
Kegemaran/hobby
A. Olahraga
B. Membaca
Maitara, 27-04-2016
Koordinator
Lapangan Mahasiswa PPL
Fazrin Naser Fazrin Naser
NPM : 032 912 034 NPM
: 032 912 034
Mengetahui
Dosen Pembimbing
Dr. Zulkifli Zam Zam, M. Sc
Nip.197908122005011002
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkaan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufik dan hidaya-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan praktek pengalaman
lapangan (PLL) ini sebagai bagian dari
persyaratan akademik guna untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (S1) Program
Studi Pendidikan kimia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas
Khairun.
Penulis
menyadari akan kemampuan dan kekurangan sebagai hamba ciptaan ALLAH SWT. Dengan
demikian sangat mungkin jika terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam penulisan
ini.Oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran kontruktif sangat penulis
harapkan dari segenap hati dan pikiran pembaca demi kesempurnaannya.
Untuk
itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada :
1. Usman Idris,S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Kota
Tidore Kepulauan yang
telah memberi kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan praktek pengalaman
lapangan (PPL).
2. Muchdar Yunus,S.Pd, selaku Wakasek Kurikulum di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan.
3. Malka Hatala,S.Pd, sebagai guru pamong yang telah banyak
memberikan bimbingan, petunjuk dan pemikiran kepada penulis sehingga pada
proses penyelesaian laporan ini.
4. Teristimewah Bapak Dr.
Zulkifli Zam Zam,M.Sc selaku dosen pembimbing yang tak
henti-hentinya membantu penulis sampai selesai penulisan laporan ini.
5. Staf Dewan Guru dan Tata Usaha yang tidak sempat disebutkan satu-persatu.
6.
Siswa-Siswi SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan
7.
Teman-temanku lapilii, lastri, yurni, wulan, mega, aswati, rasina, jaina,
ayu, dan sina. Semoga amal bakti dan kebaikan mereka diterima
oleh ALLAH SWT, Amin demikianlah
harapan penulis, muda-mudahan laporan ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ternate,
27 April 2016
Penulis
Fazrin
Naser
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTR.......................................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan
RP terakhir...................................
B.
Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan
terakhir)..................................................
C.
Bimbingan belajar/Ekstra kurikuler........................................................................................
D.
Partisipasi dalam kehidupan sekolah.....................................................................................
E.
Proses bimbingan...................................................................................................................
F.
Dengan guru pamong PPL ( berkaitan dengan diskripsi
tugas).............................................
G.
Dengan Dosen pembimbing...................................................................................................
BAB
II FAKTOR PENYABAB DARI MASALAH YANG DI ALAMI
A.
Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan
RP terakhir...................................
B.
Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan
terakhir)..................................................
C.
Bimbingan belajar/Ekstra kurikuler........................................................................................
D.
Partisipasi dalam kehidupan sekolah.....................................................................................
E.
Proses bimbingan...................................................................................................................
BAB
III UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH
A.
Penyusunan Rencana pengajaran (RP) 1 sampai dengan
RP terakhir...................................
B.
Proses penampilan ( penampilan 1 sampai dengan
terakhir)..................................................
C.
Bimbingan belajar/Ekstra kurikule
BAB
IV PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................................................
B.
Saran......................................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB
I
MASALAH-MASALAH YANG DI
ALAMI SELAMA PELAKSANAAN PPL
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) 1 Sampai Dengan RPP Terakhir.
Praktek
pengalaman lapangan ( PPL II ) merupakan salah satu program pendidikan yang
harus di tempuh setiap mahasiswa
kependidikan perguruan tinggi. Universitas khairun ternate sebagai salah satu lembaga pendididkan negeri yang
menghasilkan calon tenaga pendidik,memiliki tugas penting yaitu menyiapkan
tenaga pendidik yang professional dalam dunia pendidikan .salah satu bentuk
upaya yang di lakukan dalam rangka mencetaktenaga pendidik yang profesional
adalah dengan di selenggarakannyaprogram praktek pengenalan lapangan ( PPL )
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan
prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi
dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
.
RPP IPA TERPADU(Biologi,Fisika,Kimia)
SMP Negeri 17
Kota Tidore Kepulauan mengacu pada
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
atau (KTSP). Pada proses persiapan paraktikan di minta
untuk membuat perangkat pembelajaran salah satunya adalah RPP. dalam penyusunan
RPP masih mendapat sedikit kesulitan yaitu cara pembuatan RPP. di dalam
penysunan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) penyusun meminta petunjuk dan arahan dari guru pamong dan
pihak kurikulum serta kepalah sekolah untuk dapat memberikan cara-cara
penyusunan RPP yang akan disiapkan oleh
praktikan sebelum proses
pembelajaran dikelas dilaksanakan.
Praktikan
mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan satu kali perbaikan yaitu pertama
dikonsultasikan dengan guru pamong (Malka Hatala,S.Pd)
praktikan mengalami sedikit
kekeliruan tentang pola penyusunan kegiatan inti pada proses belajar mengajar,
yang kemudian disarankan untuk di perbaiki oleh guru pamong dalam penyusunan
RPP.Jadi, persiapan praktikan
dalam penyusunan hanya pada RPP pertama yang masih terdapat sedikit kekeliruan.
Selanjutnya RPP yang di buat alhamdulillah tidak ada masalah, semua berkat
keseriusan dan kerja keras praktikan dan guru pamong terus membantu memberikan
perbaikan-perbaikan penyusunan RPP sampai praktikan mengerti atau memahami
dengan baik.
Selain itu, dalam
pelaksanaannya secara kontekstual kondisi kemampuan siswa yang bervariasi
menjadi kendala dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran dalam ketentuan
bahan ajar yang akan disampaikan. Oleh karena itu, masalah yang sering
praktikan hadapi terletak pada aspek bagaimana mengitegrasikan kemampuan siswa
dengan pendekatan,strategi,metode dan model serta langkah-langkah pembelajaran
yang akan dimuat dalam RPP sebagai acuan proses pembelajaran didalam kelas.
B.
Proses
Penampilan(Penampilan 1 sampai dengan penampilan terakhir)
Proses
penampilan merupakan sesuatu yang baru bagi saya selaku praktikan, dalam
berinteraksi secara langsung dengan siswa khususnya siswa SMP Negeri 17 Kota Tidore kepulauan. Dalam
penampilan pertama dengan suasana, kondisi dan lingkungan yang baru, sehingga
merasa kurang percaya diri dalam berinteraksi dengan siswa. Namun pertemuan
kedua praktikan mulai menyesuaikan diri dan pertemuan selanjutnya saya dengan
percaya diri, sehingga praktikan dapat melaksanakan proses praktek dengan baik.
Selama mengikuti Praktek Pengalaman
Lapangan (PPL) di SMP Negeri 17
Kota Tidore Kepulauan penampilan dalam belajar mengajar yang telah
dilakukan pertemuan diawali dengan perkenalan untuk mengenal identitas antara praktikan dengan siswa,
dalam prosesnya praktikan melakukan adaptasi dengan sejumlah pihak dan yang
terpenting adalah kondisi belajar siswa baik didalam kelas maupun dilingkungan
sekolah. Awalnya praktikan melakukannya dengan meminta penjelasan dari guru pamong
berdasarkan pengalaman yang dialaminya ketika menjalankan tugasnya sebagai
seorang pendidik dan pengajar. Selama mengikuti PPL proses penampilan dalam
belajar mengajar di dalam kelas yang
dimaksud adalah kelas VIIIA/II,
VIIIB/II.
Berdasarkan
pengalaman yang dialami praktikan selama melaksanakan PPL di SMP Negri 17 Kota Tidore
Kepulauan, masalah penampilan yang dihadapi
selama proses pelaksanaan belajar mengajar yang sering terjadi adalah kurangnya
perhatian sebagian kecil siswa baik dalam menyerap materi, menyerap pertanyaan
maupun menyelesaikan tugas-tugas atau contoh soal latihan yang diberikan di
dalam kelas.akan tetapi penampilan
belajar di kelas dengan sejumlah ilmu pengetahuan yang praktikan miliki di
kampus dan dasar
pengalaman sewaktu pembekalan dari proses bimbingan di unkhair dan juga berkat
petunjuk dari guru pamong, sehingga praktikan dengan senang hati merasa
puas walaupun praktek pengalamannya masih jauh dari target yang di harapkan.
Pada
proses penampilan mengajar di kelas, praktikan di evaluasi dan mendapat saran
dari guru pamong yaitu:Pada penampilan pertama guru pamong mengevaluasi dari
segi:Pembukaan, Sikap, Penguasaan Materi, Proses Pembelajaran, Distribusi Jam
Pembelajaran, Penutup. Pada penampilan pertama
mengajar guru pamong memberikan saran kepada
praktikan mengenai disrtibuasi waktu (jam pelajaran) dan proses pembelajaran materi yang di sampaikan harus di sesuaikan
dengan jam pelajaran dan dalam proses pembelajaran harus di sesuaikan dengan
rencana pelaksanaan pembelajaran, strategi dan metode yang di gunakan harus
berfariasi di sesuaikan dengan kondisi yang di alami, dan harus memberikan
motifasi kepada siswa pada akhir dan awal pembelajaran serta lebih di tekankan
lagi pada penguasaan konsep pada materi yang di ajarkan.
C.
Bimbingan
Belajar/Ekstra Kurikuler
Bimbingan belajar atau kegiatan
ekstrakurikuler merupakan suatu proses kegiatan belajar yang dilakukan diluar
kelas. Dalam kegiatan ini tidak terlalu nampak, karena mengingat jam pelajaran
atau waktu mengajar yang begitu padat.
SMP
Negri 17 Kota Tidore Kepulauan Pada prinsipnya
guru pamong melakukan Program rutin seperti mengarahka siswa (guru piket),
masiswa PPL juga di libatkan dari pihak sekolah untuk mengadakan pembagian
tugas sebagai guru jaga (piket), Kegiatan bimbingan belajar yang dilakukan oleh
praktikan selama mengikuti PPL di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan berupa, membantu siswa dan
guru-guru membersihkan ruangan guru atau lingkungan sekolah dan kelas sebagai kelas praktikan mengajar.
D.
Partisipasi
Dalam Kehidupan Sekolah
Partisipasi praktikan dalam kehidupan
sekolah merupakan komitmen yang wajib diperhatikan dan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan yang diharapkan baik dari pihak UPT maupun dari penulis sebagai
mahasiswa PPL, maka selama pelaksanaan PPL praktikan turut berpartisipasi dalam
mengikuti kegiatan berupa Kerja bakti, upacara bendera belum bisa dilaksanakan setiap
hari senin karena belum selesainya
penimbunan lapangan.
Pada umumnya penulis merasa puas
terhadap pihak sekolah yang begitu baik dan sangat memperhatikan keberadaan
mahasiswa PPL dan itu merupakan motivasi yang kuat kepada penulis sehingga bisa
melakukan yang terbaik untuk sekolah maupun untuk siswa siswi SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan.
Partisipasi
di dalam kehidupan sekolah bersama kepala sekolah beserta staf dewan guru tidak
ada masalah yang mengecewakan maupun merugikan, praktikan turut berpartisipasi
dalam mengikuti kegiatan berupa kerja bakti untuk membersiapkan ulangan tengah
semester (UTS), dan menjadi pengawas ujian
yang dilaksanakan pada tanggal 11-18
April 2016.
E.
Proses
Bimbingan
Mahasiswa
PPL pada umumnya dan praktikan pada khususnya sebelum melaksanakan Praktek
Pengalaman Lapangan (PPL) sudah mendapat bimbingan baik dari pihak UPT maupun dari pihak sekolah bimbingan tersebut
adalah:
·
Pihak UPT
Dari pihak UPT, selaku dosen unkhair
telah memberikan sejumlah bekal, untuk membekali praktikan dengan berbagai ilmu
pengetahuan khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, dari pihak panitia
selaku koordinator umum telah menyediakan buku panduan yang memuat tentang
langkah-langkah kegiatan PPL dan sistem
penelitian yang menjadi panduan untuk praktikan.
·
Pihak Sekolah
Sebelum praktikan melaksanakan praktek
mengajar terlebih dahulu dari pihak sekolah yang dihadiri Bapak Kepala Sekolah
SMP Negri 17
Kota Tidore
Kepulauan dan Wakasek Kurikulum beserta dewan
guru mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa PPL sekaligus memperkenalkan
struktur sekolah, kurikulum administrasi sekolah, kesiswaan, perpustakaan,
laboraturium, dan fasilitas sekolah serta pembagian guru pamong sehingga
praktikan merasa lebih muda dalam melakukan peraktek pengalaman lapangan dan
dari pihak sekolah memberikan buku pegangan yang di ambil dari perpustakaan
untuk mempermudah dalam proses pembelajaran.
F.
Dengan
Guru Pamong PPL (Berkaitan Dengan Diskripsi Tugasnya)
Selama
proses bimbingan yang diberikan oleh guru pamong, praktikan tidak merasa
kesulitan. Hal-hal yang dibicarakan dengan guru pamong adalah tentang strategi,
model dan pendekatan dalam menghadapi siswa dengan segala kondisi psikologisnya
sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik tanpa mengalami
kendala-kendala. Untuk itu guru
pamong manyampaikan bagaimana cara
mengelolah kelas, menyampaikan bahan pelajaran, Kondisi siswa dalam setiap
proses belajar mengajar, penyusunan perangkat pengajaran.
Kemampuan
guru pamong (Malka Hatala,S.Pd)
selaku guru pamong praktikan telah banyak memberikan sejumlah
pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi tugas-tugas praktikan selama
mengikuti proses praktek pengalaman lapangan (PPL) di SMP NEGERI 417 Kota Tidore Kepulauan. Melalui
apresiasi dan dorongan lewat sejumlah deskripsinya tentang kondisi siswa dimana
praktikan mengajar telah banyak memberikan kemudahan dalam pengelolaan kelas
ketika praktikan menghadapi siswa disaat jam mengajar. Pada prinsipnya sifat
komunikatif guru pamong bagi praktikan menjadi penting dan sangat berharga bagi
praktikan. Oleh karena itu dalam aspek ini tidak terdapat sejumlah masalah yang
signifikansi bagi praktikan.Proses bimbingan menyangkut tugas-tugas akademis,
diantaranya:Guru pamong membantu praktikan dalam pembuatan program tahunan,
program semester, distribusi alokasi waktu, pemetaan, penentuan nilai KKM,
silabus, dan RPP. Selain itu kami mahasiswa PPL di Pandu oleh Kepala Sekolah (Usman Idris,S.Pd) dan wakasek
kurikulum (Muchdar Yunus,S.Pd)
SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan
dalam pembuatan kalender Pendidikan ,program tahunan, program semester, beserta
minggu Efektif dan tidak efektif. Dan praktikan memberikan kepada Guru pamong
IPA TERPADU, Malka Hatala,
S.Pd untuk mengoreksi. Apabila semuanya sudah di
koreksi. lalu di tandatangi oleh Guru pamong untuk di berikan kepada kepala
sekolah untuk meminta tanda tangan dan di berikan d cap untuk tanda bukti bahwa
praktikan sudah memahami apa yang di sampaikan oleh pihak wakasek kurikulum.
G.
Dengan
Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing merupakan pembimbing
yang ditunjuk oleh panitia PPL Universitas Khairun untuk membimbing dan
mengarahkan praktikan selama dilokasi praktek. Dalam pelaksanaannya dosen pembimbing
banyak memberikan bimbingan yang
berkaitan dengan hal-hal yang harus dilakukan prktikan dan tidak boleh
dilakukan praktikan selama berada di lokasi Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)
di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan.
Di antaranya.
Ø Bagaimana
cara membangun komunikasi yang baik
Ø Disiplin
waktu kepada semua pihak di sekolah.
Ø Cara
berpakaian yang sopan
Ø Berinterkasi
antara siswa
Telah
praktikan katakan sebelumnya bahwa pada prinsipnya sifat komunikatif seseorang
menjadi penting dan sangat berharga dalam melaksanakan tugas-tugas
lembaga/organisasi. Dosen pembimbing adalah pembimbing yang di tunjuk oleh
panitia PPL. Dosen pembimbing banyak memberikan konstribusi dan bimbingan yang
berkaitan dengan memperkenalkan praktikan kepada pihak sekolah dan menjelaskan
bagaimana cara mengajar dengan baik.
Oleh
karena itu, praktikan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada dosen pembimbing karena telah banyak memberikan bantuan pemikiran dan
arahan yang sangat baik kepada praktikan selama melakukan bimbingan.
BAB
II
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DARI MASALAH YANG DIALAMI
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 sampai dengan RP terakhir
Dalam
pelaksanaan PPL yang dilaksanakan oleh Universitas Khairun pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ini sangat
penting bagi mahasiswa yang berada di semester akhir, karena para mahasiswa ini
adalah calon guru yang akan datang sehingga mereka harus diberikan sebuah bekal
guna tidak lagi ragu ketika menyelesaikan studi dan berada di dunia pendidikan.
Faktor-faktor yang menyebab berbagai masalah yang dihadapai oleh mahasiswa PPL
sangat banyak baik teknik pelaksanaan maupun pelaksanaan PPL. Sebagaimana yang
dituangkan dalam BAB I perlu jika dijalankan oleh mahasiswa PPL itu sendiri.
Adapun
hal-hal yang di perhatikan untuk bagaimana mengintegrasikan kemampuan siswa
dengan strategi langkah-langkah pembelajaran yang akan dimuat dalam RPP sebagai
acuan proses pembelajaran didalam kelas adalah merupakan masalah yang dihadapi
praktikan. Persoalan ini disebabkan 2 faktor sebagai berikut: a) Bervariasinya
tingkat kemampuan siswa dalam kelas. b) Tuntutan kurikulum
terhadap ketuntasan bahan ajar yang akan disampaikan pada saat waktu tertentu
dengan kecakapan pemahaman siswa.
Jadi
masalah yang sangat sulit selama pelaksanaan tugas PPL ini adalah penyusunan perangkat
pengajaran (RPP), tapi dengan bimbingan oleh wakasek kurikulum dan guru
pamong semua dapat penulis selesaikan
dengan baik sesuai harapan guru pamong itu sendiri. Masalah lain yang dihadapi
penulis seperti penampilan di depan kelas pada pertemuan pertama masih ada
kekurangan-kekurangan, tapi dengan koreksi dan bimbingan guru pamong maka
penampilan selanjutnya pada evaluasi sudah baik. Bukan itu saja, akan tetapi
masih banyak lagi masalah yang dihadapi. Namun semua itu dapat diatasi berkat
guru pamong dan bantuan dari dosen pembimbing serta teman-teman sehingga selama
pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) berjalan sesuai dengan harapan.
B.
Proses Penampilan (Penampilan Pertama Sampai
Dengan Penampilan Terakhir).
Proses
penampilan merupakan suatu kegiatan yang di tuntut oleh praktikan, hal ini
bagaimana praktikan mengaplikasikan ilmu keguruan yang di peroleh dari bangku
perkuliahan, ada beberapa masalah yang di hadapi praktikan dalam proses
penampilan:
1.
Seperti kurangnya perhatian
sebagian kecil siswa baik dalam menyerap materi, menjawab pertanyaan maupun
dalam menyelesaikan tugas yang diberikan adalah disebabkan karena kurangnya
minat siswa terhadap pelajaran IPA TERPADU dengan kecenderungan pada pelajaran
tertentu.
2.
Suasana atau kondisi yang
dimaksud adalah lokasi PPL yang baru pertama kali praktikan berhadapan langsung
dengan siswa sehingga praktikan merasa gugup, sehingga praktikan membutuhkan
waktu untuk menyesuaikan. Akan tetapi setelah adaptasi di kelas praktikan tidak
merasa gugup lagi malah menyenangkan dan asik bersama siswa saat belajar.
3.
Perangkat pembelajaran
yang di maksud adalah rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan acuan dalam
melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Namun apa yang di rencanakan
kadang-kadang tidak optimal, karena kondisi kelas tidak menentu, sehingga untuk
mengoptimalkan proses belajar mengajar di perlukan strategi dan metode yang
tepat yang di sesuaikan dengan kondisi.
C.
Bimbingan
Belajar/Ekstrakurikuler
Bimbingan
belajar atau kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu proses kegiatan belajar
yang dilakukan diluar kelas.
Dalam
kegiatan ini selama praktikan melakukan proses praktek pengalaman lapangan(PPL)
kurang lebih 3 bulan praktikan belum mampu dalam memberikan bimbingan
belajar/ekstrakurikuler hal ini karena selama praktikan berada di lingkup SMP
Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan jam belajaran atau waktu mengajar yang begitu
padat.
D.
Partisipasai
Dalam Kehidupan Sekolah
Partisipasai
dalam Kehidupan Sekolah di SMP Negeri 17
Kota Tidore Kepulauan
terdapat beberapa hal yang praktikan alami dalam berpartisipasi diantaranya
membersihkan lingkungan untuk melaksanakan kegiatan Ekstra di lingkungan
sekolah membantu pihak sekolah mempersiapkan siswa yang mengikuti
LPI atau Liga Pelajar Indonesia.
Namun
partisipasi penulis dalam kehidupan sekolah merupakan komitmen yang wajib
diperhatikan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan baik dari
pihak UPT maupun dari penulis sebagai mahasiswa PPL, maka selama pelaksanaan
PPL praktikan turut berpartisipasi dalam setiap
kegiatan yang di lakukan pihak sekolah.
E.
Proses
Bimbingan
Dalam
proses bimbingan yang dilakukan oleh pihak UPT dan pihak sekolah tidak ada
penyebab timbulnya suatu masalah.
F. Guru Pamong dan Dosen
Pembimbing
guru
pamong maupun dosen pembimbing dalam menjalankan tugasnya tidak ada masalah
semuanya berjalan lancar sesuai dengan tugasnya masing masing. Oleh karena itu
tidak ada penyebab timbulnya suatu masalah dalam hal ini berkaitan dengan diskripsi
tugas.
BAB III
UPAYA
PENANGGULANGAN MASALAH
A.
Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) 1 Sampai Dengan RPP Terakhir
1. Bervariasinya
tingkat kemampuan siswa dalam kelas
Bervariasinya
tingkat kemampuan siswa dalam kelas, dengan tuntutan akan kompetensi yang
dicapai siswa sering berbanding terbalik dengan harapan yang diinginkan oleh
seorang guru terhadap siswa. Menghadapi permasalahan ini praktikan tetap
optimis dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan upaya yang dilakukan
adalah praktikan melakukan pendekatan, memberikan motivasai, dan menerapkan
strategi, metode yang berfariasi sesuai dengan kondisi yang ada agar belajar
lebih efektif dan giat dan pemberian tugas kepada semua siswa tanpa mengabaikan
aspek perbedaan kemampuan yang di miliki oleh setiap siswa.
2. Tuntutan
kurikulum terhadap ketuntasan bahan ajar yang akan di sampaikan pada satu waktu
tertentu dengan kecepatan pemahaman siswa
Setiap
guru selalu menginginkan bahan ajar yang disampaikan memperoleh ketuntasan yang
maksimal di dalam proses belajar mengajar, dalam artian bahwa kompetensi yang
dimiliki siswa tercapai dengan baik yang sesuai dengan acuan yang direncanakan.
Akan tetapi harapan sering berbenturan dengan kondisi, betapapun pentingnya
harapan sebagai cita-cita akan tetapi kondisi tetap melakukan interferensi
didalamnya. Dalam menghadapi kendala ini praktikan melakukan upaya dengan cara
merangkum materi yang akan disampaikan dengan mengacuh pada aspek tujuan
pembelajaran yang akan dicapai berdasarkan kompetensi dasar dan pencapaian
indikator yang tercantum dalam RPP.
B.
Proses
Penampilan (Penampilan 1 Sampai Dengan Penampilan Terakhir)
Penampilan
mengajar tidak selayaknya mengikuti selera (asal kuasai konsep, tahu strategi,
punya RPP) tetapi, itu semua akan berhadapan dengan karakteristik siswa yang akan menjadi acuan
seorang guru ketika menghadapi siswanya. Tidak tuntasnya bahan ajar yang disampaikan
sebagaimana yang direncanakan praktikan dalam RPP, kurangnya perhatian sebagian
kecil siswa dalam menyerap materi, menjawab pertanyaan maupun dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan adalah merupakan masalah yang dihadapi
praktikan. Dalam menghadapi masalah ini upaya yang dilakukan praktikan adalah
melakukan pendekatan otoritas dan pendekatan pengajaran dan selain itu juga mengkomunikasikan
dengan guru pamong dengan harapan untuk dapat di atasi selanjutnya. Disamping
itu praktikan juga melakukan upaya dengan cara membuat rangkuman materi dengan
mencari inti pokoknya dan kemudian disajikan pada pertemuan berikutnya.
Untuk
menggulangi masalah-masalah mengenai penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) diantaranya silabus dan desain pengajaran bagi penulis. Ada
beberapa hal yang perluh diperhatikan yaitu:
1. Sebelum
memulai penyusunan terlebih dahuluh penulis mendapat petunjuk menjangkut cara-cara pembuatan RPP dan desain pembelajaran dari guru pamong pada
lokasi dimana penulis PPL.
2. Selain
mahasiswa PPL mendapat pembekalan-pembekalan diatas untuk melakukan penyusunan
RPP, penulis perlu melakukan konsultasi terhadap guru pamong untuk mencegah
terjadinya kesalahan-kesalahan penyusunan.
3. Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran
(silabus dan RPP ) punilis harus memiliki buku acuan (paket), untuk memudahkan
penulis dalam menyusun RPP.
a. Untuk
menaggulangi masalah-masalah yang berkaitan dengan proses penampilan disekolah
maupun dikelas antara lain:
1. Membekali
diri dengan ilmu pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.
2. Merasa
memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang dilaksanakan dengan baik terhadap
sekolah maupun Universitas.
3. Penulis
harus disiplin, baik disiplin waktu, penanggulan maupun disiplin ilmu.
b. Cara
menanggulangi masalah-masalah yang berkaitan dengan bimbingan belajar atau
ekstrakurikuler, partisipasi maupun proses bimbingan antara lain penulis harus:
1.
Praktikan
harus memiliki rasa percaya diri. Jadi mahasiswa PPL (praktikum) dapat
berinteraksi disekolah sebagai pengajar atau pendidik yang harus memiliki
kepercayaan diri terhadap tugasnya.
2.
Praktikum
harus bersifat transparan (terbuka), keberadaan praktikum disekolah bukan
sebagai mahasiswa tetapi sebagai guru, seorang guru harus mampu menempatkan
diri sebagai pelatih, pengajar, motivator, dan pendidik sesuai fungsi guru.
Untuk itu segala sesuatu yang menyangkut dengan kegiatan pembelajaran seoran
guru harus banyak melakukan konsultasi dengan kepala sekolah maupun sejawat
disekolah tempat praktikum.
3.
Praktikum harus berjiwa
lembut dan berwibawa. Lingkungan sekolah merupakan tempat dimana setiap orang
berhak untuk mendapatkan pendidikan. Pelajaran yang didalamnya terdiri atas sejumlah guru dan peserta didik.
Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki sifat lembut terhadap anak didik,
sehingga tercipta hubungan yang dinamis antara peserta didik dan guru.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
hasil yang penulis alami dalam pelaksanaan PPL di SMP Negeri 17 Kota Tidore Kepulauan maka dapat
disimpulkan:
v Kegiatan observasi merupakan tahap awal untuk mengenal linkungan sekolah beserta aktivitasnya maka dengan ini penulis menyimpulkan bahwa SMP 17 Kota Tidore Kepulauan merupakan sekolah yang baik jika dilihat dari administrasi sekolahnya, pelaksanaan kurikulum yang baik, pengadaan kesejahteraan personal, pembinaan kesiswaan, dan lain sebagainya.
v Praktek pengalaman lapangan (PPL) merupakan kegiatan intrakurikuler yang dirancang untuk melati para mahasiswa sebagai calon guru untuk menguasai kemampuan yang utuh dan integrasi, sehingga mampu mandiri mengembangkan diri secara professional.
v Kompetensi guru dalam sistem instruksional yang berlaku pada kurikulum, yaitu guru harus melaksanakan pembelajaran tahap demi tahap sesuai dengan rencana pembelajan (RPP) yang telah disesuaikan dengan KTSP.
B.
Saran
pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL)
berjalan sebagaimana yang diprogramkan maka penulis sarankan pada pengelola
praktek pengalaman lapangan (PPL) baik dari kelompok pembina, kelompok
pelaksana peserta kelompok pembimbing harus tepat melaksanakan tugas sesuai
dengan fungsinya.Kepada dosen dan guru pamong agar lebih memperhatikan
mahasiswa yang sedang melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL) dalam hal
menyelesaikan masalah-masalah yang dialami baik dalam proses belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Kunandar. 2007. Guru professional.jakarta: Rajawali
Pers
Mas’ud.
2010. Strategi dan Inovasi Belajar
Mengajar. Ternate : LepKhair
Mulyasa.
2006. Kurikulum yang disempurnakan.
Bandung : Remaja Rosdakarya.
Susilo. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jogjakarta : Pustaka
Pelajar.
A. Hellen.
2005. Bimbingan dan konseling. Ciputat: Quantum Teaching.
LAMPIRAN : Dokumentasi proses pembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Nama Sekolah :
SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan
Mata Pelajaran :
IPA
Kelas / Semester :
IX/2
Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang
dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
Kompetensi Dasar : 6.1 Mendeskripsi-kan konsep getaran dan gelombang serta
parameter-parameternya
Alokasi waktu :
6 x 40 menit
1.
Tujuan Pembelajaran
- Mengidentifikasi getaran pada kehidupan sehari-hari
- Mengukur perioda dan frekuensi suatu getaran
·
Karakter siswa yang diharapkan : Dapat
dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect
)
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility
)
Berani ( courage )
2.
Materi
Pembelajaran
a.
Mengidentifikasi getaran pada kehidupan sehari-hari
b.
Mengukur perioda
dan frekuensi suatu getaran
3.
Strategi
Pembelajaran
Model : Konvensional
Metode : Penyampaian informasi, tanya jawab dan
penugasan
Pendekatan :
Konstektual
4.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a.
Kegiatan Awal
Apersepsi :
1. Peserta
didik di arahkan untuk melihat ilustrasi yang di berikan guru dengan mengunakan
penggaris plastik
Memotivasi :
1.
Peserta didik mengidentifikasi getaran
dari ilustrasi yang di berikan
b.
Kegiatan Inti
·
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
ü Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian
getaran.
ü Peserta didik dapat Menyebutkan contoh getaran
dalam kehidupan sehari-hari.
ü Peserta didik dapat Mengamati getaran.
ü Peserta didik dapat Membedakan antara
simpangan dan amplitudo.
ü Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian
periode suatu getaran.
·
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
·
Peserta
didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian getaran.
·
Perwakilan
peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.
·
Konfirmasi
Dalam
kegiatan konfirmasi, guru:
ü Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diktahui siswa
ü Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
c. Kegiatan Akhir
Dalam
kegiatan penutup, guru:
·
bersama-sama dengan
peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
·
melakukan penilaian
dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten
dan terprogram;
·
memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil pembelajaran;
·
merencanakan kegiatan
tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok
sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
5.
Sumber Belajar
1.
Media/alat : spidol, penghapus, penggaris plastic dan papan tulis
2.
Sumber
Belajar : Buku saince fisika, Bahan bacaan yang relevan
6. Penilaian
·
Penilaian proses dilaksanakan selama
pembelajaran berlangsung
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
Penilaian
|
||
|
Teknik
Penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Instrumen
soal
|
|
|
· Mengidentifikasi getaran pada kehidupan sehari-hari
·
Mengukur periode
dan frekuensi suatu getaran
|
Tes tulis
|
Uraian
|
-
Sebutkan 5 contoh getaran dalam
kehidupan sehari-hari
-
Tulislah pengertian dari :
-
Periode
-
Frekuensi
-
Amplitudo
|
1.Sebutkan
5 contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari !
Pedoman penskoran :
|
Soal
|
Skor
|
|
Peserta didik menyebutkan 5 contoh getaran secara
lengkap
|
2
|
|
Peserta didik menyebutkan 5 contoh getaran kurang
lengkap
|
1
|
|
Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
|
0
|
2.Tulislah pengertian dari perode, frekuensi,
amplitudo !
Pedoman penskoran :
|
Soal
|
Skor
|
|
Peserta didik menuliskan pengertian dari perode,
frekuensi, amplitudo secara lengkap
|
2
|
|
Peserta didik menuliskan pengertian dari perode, frekuensi,
amplitudo kurang lengkap
|
1
|
|
Peserta didik tidak menulis apa-apa
|
0
|
Perhitungan nilai akhir
Nilai akhir : Skor yang diperoleh X
100
Skor
maksimaI
maitara, 23 februari 2016
LAMPIRAN DAFTAR NILAI
DAFTAR
NILAI
KELAS VIII. A/ II
|
NO
|
NAMA
SISWA
|
NILAI
|
|
|
1
|
ALFARMIDAN RAMLI
|
80
|
|
|
2
|
ANNISYA MANSUR
|
80
|
|
|
3
|
FARADILA SAMAD
|
80
|
|
|
4
|
FEBRI ADE
|
90
|
|
|
5
|
HAMIM HAMISI
|
80
|
|
|
6
|
ILHAM SAMSUL
|
80
|
|
|
7
|
IMRAN ADAM
|
80
|
|
|
8
|
JAMILA ALI
|
80
|
|
|
9
|
MUNIRA ASWAD
|
80
|
|
|
10
|
MUNJILA M. NUR
|
80
|
|
|
11
|
MUTMAINA SYAHBUDIN
|
80
|
|
|
12
|
ROSDIANA A. RASID
|
80
|
|
|
13
|
SAID ADAM
|
80
|
|
|
14
|
SANDI M. USMAN
|
80
|
|
|
15
|
SINDI MARAJABESY
|
80
|
|
|
16
|
SITI HAISA ABUBAKAR
|
80
|
|
|
17
|
WAHYUDIN ISMAIL
|
90
|
|
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
( RPP )
Nama Sekolah :
SMP Negeri 17 Tidore Kepulauan
Mata Pelajaran :
IPA
Kelas / Semester :
IX/2
Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang
dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
Kompetensi
Dasar : 6.1 Mendeskripsi-kan konsep bunyi
dalam kehidupan sehari-hari
Alokasi waktu :
4 x 40 menit
6.
Tujuan Pembelajaran
-
Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak
pemantulan bunyi dalam dalam kehidupan
sehari-hari dan teknologi
·
Karakter siswa yang diharapkan : Dapat
dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect
)
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility
)
Berani ( courage )
7.
Materi
Pembelajaran
c.
Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak
pemantulan bunyi dalam dalam kehidupan
sehari-hari dan teknologi
8.
Strategi
Pembelajaran
Model : Konvensional
Metode : Penyampaian informasi, tanya jawab dan
penugasan
Pendekatan :
Konstektual
9.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a.
Kegiatan Awal
Apersepsi :
1. Peserta
didik di arahkan untuk mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh guru
tentang pemantulan bunyi dalam kehidupan
sehari-hari
Memotivasi :
2.
Peserta didik dapat mengetahui
pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari
b.
Kegiatan Inti
·
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
ü Peserta didik dapat Menjelaskan pemantulan
bunyi.
ü Peserta didik dapat Menyebutkan contoh
pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
ü Peserta didik dapat mengetahui manfaat
pemantulan bunyi
·
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
·
Peserta
didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pemantulan bunyi.
·
Perwakilan
peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan
sehari-hari
.
·
Konfirmasi
Dalam
kegiatan konfirmasi, guru:
ü Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diktahui siswa
ü Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
c. Kegiatan Akhir
Dalam
kegiatan penutup, guru:
ü bersama-sama
dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
ü melakukan
penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram;
ü memberikan
umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
ü merencanakan
kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
10. Sumber
Belajar
3.
Media/alat : spidol, penghapus, penggaris plastic dan papan tulis
4.
Sumber
Belajar : Buku saince fisika, Bahan bacaan yang relevan
6. Penilaian
·
Penilaian proses dilaksanakan selama
pembelajaran berlangsung
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
Penilaian
|
||
|
Teknik
Penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Instrumen
soal
|
|
|
·
Membedakan infrasonik, ultrasonik dan
audiosonik
|
Tes tulis
|
Uraian
|
·
Jelaskan apa yang di maksud
dengan bunyi dan sebutkan
syarat-syarat terdengarnya bunyi
·
Berdasarkan batas pendengaran manusia
bunyi dapat di golongkan
menjadi . . . . jelaskan
|
1.
Jelaskan apa yang di maksud dengan bunyi, dan sebutkan syarat-syarat
terdengarnya bunyi !
Pedoman penskoran :
|
Soal
|
Skor
|
|
Peserta didik menjawab secara lengkap
|
2
|
|
Peserta didik menjawab kurang lengkap
|
1
|
|
Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
|
0
|
2. Berdasarkan batas pendengaran manusia bunyi dapat
di golongkan
menjadi . . . . jelaskan !
Pedoman penskoran :
|
Soal
|
Skor
|
|
Peserta didik menjawab secara lengkap
|
2
|
|
Peserta didik
menjawab kurang lengkap
|
1
|
|
Peserta didik tidak menulis apa-apa
|
0
|
Perhitungan
nilai akhir
Nilai akhir : Skor yang diperoleh X
100
Skor
maksimaI
maitara, 23 februari 2016
LAMPIRAN DAFTAR NILAI
DAFTAR
NILAI
KELAS VIII. A/ II
|
NO
|
NAMA
SISWA
|
NILAI
|
|
|
1
|
ALFARMIDAN RAMLI
|
-
|
|
|
2
|
ANNISYA MANSUR
|
80
|
|
|
3
|
FARADILA SAMAD
|
30
|
|
|
4
|
FEBRI ADE
|
100
|
|
|
5
|
HAMIM HAMISI
|
40
|
|
|
6
|
ILHAM SAMSUL
|
30
|
|
|
7
|
IMRAN ADAM
|
50
|
|
|
8
|
JAMILA ALI
|
30
|
|
|
9
|
MUNIRA ASWAD
|
50
|
|
|
10
|
MUNJILA M. NUR
|
30
|
|
|
11
|
MUTMAINA SYAHBUDIN
|
40
|
|
|
12
|
ROSDIANA A. RASID
|
30
|
|
|
13
|
SAID ADAM
|
-
|
|
|
14
|
SANDI M. USMAN
|
50
|
|
|
15
|
SINDI MARAJABESY
|
60
|
|
|
16
|
SITI HAISA ABUBAKAR
|
50
|
|
|
17
|
WAHYUDIN ISMAIL
|
90
|
|
PROGRAM TAHUNAN
Sekolah : SMP 17 TIDORE
KEPULAUAN
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / II
Tahun pelajaran : 2015 / 2016
|
Sem
|
Standar kompetensi
|
Kompotenssi dasar
|
Materi pokok
|
Alokasi
waktu
|
ket
|
|
|
II
|
6.1 Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang
dan optika dalam produk teknologi sehari-hari
|
6.1
Mendeskripsi-kan konsep getaran dan
gelombang serta parameter-parameternya
|
Getaran dan gelombang
|
4 jp
|
2 x 40 menit
|
|
|
|
|
6.2 Mendeskripsi-kan
konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari
|
Bunyi
|
4 jp
|
|
|
|
|
|
6.3
Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan
hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa
|
Cahaya
|
4 jp
|
|
|
|
|
|
6.4
Mendeskripsi-kan alat-alat optik dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
|
Alat-alat optic
|
4 jp
|
|
|
|
JUMLAH SEMESTER 2
|
16 jp
|
|
||||