Asam dan basa sudah di kenal sejak
zaman dahulu.istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti
cuka.Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Asam
adalah suatu zat yang larutannya berasa asam, memerahkan kertas lakmus, dan
menetralkan basa, sedangkan basa adalah suatu zat yang larutannya berasa pahit,
licin, membirukan kertas lakmus, menetralkan asam, dan dapat melarutkan lemak.
1. Svante
Arrhenius (1887)
Sifat-sifat asam dan basa menurut
Svante Arrhenius yaitu asam rasanya manis, dapat bereaksi dengan kebanyakan
logam membentuk gas, merubah lakmus dari biru ke merah,menghantarkan arus
listrik, mnghasilkan CO2 apabila direaksikan dengan karbonat dan
bereaksi dengan basa menghasilkan garam dan air, sadangkan basa rasanya
alkalis, licin, mengubah lakmus dari merah menjadi biru, menghantarkan arus
listrik, bereaksi dengan logam aktif
menghasilkan gas hidrogen dan bereaksi dengan asam menghasilkan garam
dan air.
2. Bronsted-lowry
Teori asam basa yang disusun oleh
J.N.Bronsted dan T.M Lowry yaitu asam ialah
zat yang memberikan H+ (donor proton), sedangkan basa ialah
zat yang menerima H+ (akseptor proto).
3. G.N
Lewis
Konsep asam dan basa menurut Lewis
yaitu basa adalah suatu senyawa yang dapat memeberikan pasangan elektron pada
senyawa lain sedangkan asam seyawa yang dapat menerima pasangan elektron dari
senyawa lain
Untuk memgetahui apakah suatu zat
tergolong asam atau basa dapat digunakan kertas lakmus. Selain itu, dapat juga
digunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang
mempunyai warna berbeda dalam larutan asam atau larutan basa.